Minggu, 18 januari 2009, jadwal utama hari ini adalah survey lokasi outbond di Taman Buah Mekarsari untuk konsolidasi pengurus IMS 2009. Sebenarnya hari ini harus ikut acara golden ways mario teguh. Akan tetapi, dengan berbagai pertimbangan maka diputuskan untuk ikut survey. Selain yang ikut hanya berempat(denganku), harus ada sedikit diskusi untuk menentukan tempat yang cocok untuk konsolidasi serta untuk membahas tentang Pelatihan Organisasi yang akan dilaksanakan besok senin. Rencana berangkat survey pukul 10. Namun, pukul 10 aku juga harus rapat persiapan FAS (Festival Anak Shaleh) Beastudi Etos. Akhirnya aku minta ijin untuk terlambat selama 30 menit. Jika tidak ijin bisa-bisa kena denda(seperti biasanya saat rapat BPH IMS'09). Akhirnya kami berangkat pukul 11 kurang dikit. kami hanya berempat, aku, dimas(sekum), laras(wasekum), dan reski(kabid iptek). Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 1 jam. Data ini akan kami gunakan jika memang nanti kami akan konsolidari di Taman Buah Mekarsari. Perjalan tidak terlalu terkendala dengan kemacetan, alhamdulillah.
Saat memasuki pintu gerbang TBM terpampang dengan gagahnya harga tiket masuk per orang sebesar 12000. Kami mengira harga tiket ini sudah termasuk parkir mobil. Tapi ternyata harus bayar lagi sebersar 10000. Sampe-sampe, disitu juga terlihat membawa sepeda akan dikenakan biaya 1500. Memasuki parkiran, si dimas segera mencari tempat parkir yang teduh. Akhirnya dapat juga. Kami ingin mencari tempat outbond. Kami bertanya kepada satpam, "pak kalo tempat outbond dimana?" jawabnya, "oh, disana, jauh, naik kereta ja, 10000 ribu per orang." Gubrak..lagi2 uang...heran deh. Akhirnya kami memutuskan untuk jalan kaki saja. Ternyata memang jauh, kurang lebih sekitar 45 menit untuk mencapai tempat outbondnya. Kami sempat hendak memotong jalan melewati danau. tapi ternyata, untuk melewatinya harus naik perahu..dan tahukah kawan-kawan berapa ongkosnya, ya tidak lain dan tidak bukan adalah 10rb. ya, lagi lagi 10rb. entah kenpa aku juga tak mengerti. tanya saja pada rumput yang bergoyang. hehehehe...sampai ditempat outbond (taman kelapa) kami segera mencari tempat informasi. Informasi yang kami cari adalah apa saja paket outbondnya dan berapa harganya. setelah kami dapatkan ternyata memang tidak semuanya menarik untuk dijadikan tempat outbond. Akhirnya kami harus beristirahat sejenak untuk menghirup udara segar di dekat danau. Sebernarnya perut kami lapar, tapi kami memutuskan untuk tidak membeli makan di situ karena khawatir harganya melangit. Dengan sisa-sisa tenaga kami meninggalkan taman kelapa menyusuri jalan-jalan beraspal melewati taman durian, taman jambu bol, taman rambutan. Yang menggiurkan adalah rambutan yang berbuah banyak sekali. INgin kami memetiknya tapi tidak boleh sama yang jaga. Ya iyalah masa ya iya dong...kami disuruh untuk mencari didpan aja alias harus membeli. Kan ujung-ujungnya duit lagi. Karena kami tidak ingin kehilangan 10rb untuk naik kereta maka kami harus jalan selama 45 menit lagi. Yang kasihan adalah temen2 ku, mereka merasa kaki mereka hendak lepas. wah bahaya kan. Akhirnya sampai juga di tempat awal. Sebelum pulang kami membeli souvenir dulu berupa stiker, hehehe..ko oleh2nya cuma stiker..Ketika hendak meninggalkan parkiran kami harus membayar lagi ke petugas parkir..tapi entah sehrusnya bayar atau tidak aku tidak tahu..mungkin karena temanku terbiasa membayar parkir maka saat ia meninggalkan tempat parkir dia membayar parkit kepada ptugas. ya, tak taulah...
Ya, begitulah pengalaman kami selama survey di Taman Buah Mekarsari..Slogan kami, UUD alias Ujung-Ujungnya Duit...hehehe, tapi lumayan lah buat pengalaman...
Januari 18, 2009
Januari 17, 2009
Allah Maha Penyayang : Hikmah dibalik penipuan
Hari ini, setelah menghadiri seminar yang diadakan oleh Cisco. Aku bergegas pergi untuk membeli barang yang kubutuhkan. Tidak terlalu jauh untuk mencapai tempat yang kutuju. Namun, apa yang akan kualami hari itu tidak kuduga sama sekali. Belum sempat aku membeli barang yang kubutuhkan, Aku tertipu oleh penjual yang berkedok melelang barang mahal. Bilangnya barang itu adalah barang dari Pelabuhan yang diselundupkan. Awalnya aku hanya ingin melihat saja tetapi orang-orang disekitarku mengajakku untuk ikut membeli. Mereka agak sedikit memaksa. Aku mulai curiga, memang dari awal aku sudah curiga bahwa itu semua penipuan. Akan tetapi aku merasa ada yang aneh, aku sadar total apa yang aku lakukan, tetapi dengan mudahnya aku menuruti kata-kata mereka. kalo boleh negatif thingking sih, aku telah terkena hipnotis. yaa,yang bisa bikin orang lupa diri. dengan mudahnya aku mengeluarkan uang untuk membeli sebuah jam tangan palsu seharga 150 ribu. padahal setelah aku cek, harga nya cuma puluhan ribu saja. Memang agak menggiurkan juga. Penjual menawarkan jika aku membeli jam tersebut maka aku akan mendapat potongan 50% handphone N95 8GB. tapi aku masih tidak mengerti, eh, orang-orang yang menjadi komplotannya terus memaksaku. akhirnya aku beli juga barang murahan itu. hufh, astaghfirullah al adziim...
Setelah ku renungi, aku memang harus berbahagia, betapa tidak, apa yang kualami itu merupakan tanda bahwa Allah itu sayang aku. Dia mengingatkan ku bahwa aku harus lebih sering berbagi dengan saudara-saudaraku yang membutuhkan. Jangan menjadi orang yang egois. Harus sering bershadaqoh, beramal, tidak pelit, dan apapun bentuknya. Yang pasti jangan kikir dengan harta yang aku miliki karena sesungguhnya semua harta yang ku miliki itu milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Aku yakin jika aku mengikhlaskan harta/rezeki ku aku akan mendapatkan harta/rezeki yang lebih besar lagi. Untuk itu kawan, sesama saudara seiman, aku ingin mengingatkan kalian semua, perbanyaklah bershadaqoh karena sesungguhnya dibalik harta yang kau miliki ada hak-hak saudara-saudara kita yang membutuhkan. Percayalah, Allah Maha Pemberi Rezeki...
Wallahu'alam bishawab...
Setelah ku renungi, aku memang harus berbahagia, betapa tidak, apa yang kualami itu merupakan tanda bahwa Allah itu sayang aku. Dia mengingatkan ku bahwa aku harus lebih sering berbagi dengan saudara-saudaraku yang membutuhkan. Jangan menjadi orang yang egois. Harus sering bershadaqoh, beramal, tidak pelit, dan apapun bentuknya. Yang pasti jangan kikir dengan harta yang aku miliki karena sesungguhnya semua harta yang ku miliki itu milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Aku yakin jika aku mengikhlaskan harta/rezeki ku aku akan mendapatkan harta/rezeki yang lebih besar lagi. Untuk itu kawan, sesama saudara seiman, aku ingin mengingatkan kalian semua, perbanyaklah bershadaqoh karena sesungguhnya dibalik harta yang kau miliki ada hak-hak saudara-saudara kita yang membutuhkan. Percayalah, Allah Maha Pemberi Rezeki...
Wallahu'alam bishawab...
Januari 15, 2009
Amanah = berat
Amanah, sesuatu yang amat berat untuk dipertanggungjawabkan. sungguh, ini bukan suatu kebohongan. Apalagi menjadi seorang ketua suatu organisasi. Proses demi proses semakin menguji ketahanan seseorang yang memegang amanah. Akan tetapi, disitulah diri kita dinilai. Apakah kita menjadi seseorang yang senantiasa memegang amanah atau tidak. Sungguh, itu memang hidup adalah sebuah pilihan. Kita bebas memilih apapun yang ada disekitar kita. Begitu pula dengan amanah. Kebebasan kita dalam memilih sesuatu juga harus disertai dengan pertanggungjawaban. Jangan sampai hanya karena gengsi kita mengambil sebuah amanah. Itu bukan tindakan yang baik. Gengsi hanya akan membawa banyak mudharat. Yang justru akan merugikan kita sendiri. Bisa-bisa karena amanah kita tidak jadi masuk surga-Nya. Oleh karena itu, kawan, janganlah main-main dengan yang namanya 'amanah'. Itu bukan suatu 'games' tetapi lebih kepada sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan dan tentunya akan menambah nilai diri kita jika kita bertanggungjawab penuh.
AMANAH
Kau tak dapat dilihat
Kau tak dapat diraba
Kau tak dapat dicium
Sungguh ku tak mengerti...
Amanah...
Sungguh berat maknanya
Malaikat pun menolak untuk mengembannya
Namun...
Hanya satu yang berani mengembannya, yaitu manusia
Amanah...
Sungguh bukan suatu yang mudah
Sungguh bukan suatu yang enak
Sungguh bukan suatu yang kecil
Sungguh bukan suatu yang ringan
Sungguh bukan suatu yang patut untuk dibanggakan
Sungguh bukan suatu yang patut untuk dicari
Amanah...
Innalillaahi wainna ilaihi raaji'uuna
Amanah...
Suatu yang akan diminta pertanggungjawabnya
Suatu yang akan dihisab oleh-Nya
Amanah...
Bisa menjadi amal
Bisa menjadi dosa
Kau tak dapat diraba
Kau tak dapat dicium
Sungguh ku tak mengerti...
Amanah...
Sungguh berat maknanya
Malaikat pun menolak untuk mengembannya
Namun...
Hanya satu yang berani mengembannya, yaitu manusia
Amanah...
Sungguh bukan suatu yang mudah
Sungguh bukan suatu yang enak
Sungguh bukan suatu yang kecil
Sungguh bukan suatu yang ringan
Sungguh bukan suatu yang patut untuk dibanggakan
Sungguh bukan suatu yang patut untuk dicari
Amanah...
Innalillaahi wainna ilaihi raaji'uuna
Amanah...
Suatu yang akan diminta pertanggungjawabnya
Suatu yang akan dihisab oleh-Nya
Amanah...
Bisa menjadi amal
Bisa menjadi dosa
Januari 06, 2009
Sertiam (Serah Terima Amanah)
Alhamdulillah, 5 januari 2009, Sertiam ROSIL (Rohani Islam Sipil dan Lingkungan) 2008 telah dilaksanakan. ini pertanda bergantinya sebuah kepengurusan. sertiam berjalan dengan lancar meski sempat ditunda kurang lebih 20 menit karena ada suatu hal.
Meskipun sertiam telah dilaksanakan, bukan berarti kepengurusan sebelumnya 'lepas tangan'. Justru dibalik itu ada amanah yang hampir sama beratnya seperti ketika menjabat. yaitu, bahwa kita harus membimbing dan mengawasi adik-adik kita untuk meneruskan perjuangan kita. Jangan sampai kita melepas mereka begitu saja karena itu bukan tindakan seorang pemimpin yang baik. Jika bukan kita yang membimbing dan mengawasi siapa lagi? Disitulah point penting dari sertiam. Perlu ada continuitas, yang telah berakhir jabatannya hendaknya membimbim mereka yang baru menerima jabatan. Jika setiap kepengurusan tidak mau tahu untuk membina adik-adiknya, maka tujuan dari organisasi itu tidak akan tercapai sampai kapanpun sehebat apapun pengurusnya.
Salah satu bentuk kepedulian alumni sebuah organisasi ialah membina, minimal itu. Saat ada kegiatan, alumni bisa memberikan masukan dan mengarahkan. Supaya kegiatannya bisa dilaksanakan secara maksimal. Biasanya acara-acaranya juga tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, sangat membantu sekali jika alumni ikut memberikan pengarahan sehingga kesalahan yang pernah terjadi tidak terulang lagi.
Di SMA ku dulu ada organisasi yang senantiasa melibatkan alumninya. Alumni nya senantiasa membantu mengarahkan dalam menjalankan roda kepengurusan. Alhasil, kegiatannya selalu terencana rapi, pelaksanaanya baik, dan seluruh anggota merasakan manfaat dari kegiatan itu. Subhanallah..Itulah pentingnya keterlibatan alumni dalam sebuah organisasi.
Meskipun sertiam telah dilaksanakan, bukan berarti kepengurusan sebelumnya 'lepas tangan'. Justru dibalik itu ada amanah yang hampir sama beratnya seperti ketika menjabat. yaitu, bahwa kita harus membimbing dan mengawasi adik-adik kita untuk meneruskan perjuangan kita. Jangan sampai kita melepas mereka begitu saja karena itu bukan tindakan seorang pemimpin yang baik. Jika bukan kita yang membimbing dan mengawasi siapa lagi? Disitulah point penting dari sertiam. Perlu ada continuitas, yang telah berakhir jabatannya hendaknya membimbim mereka yang baru menerima jabatan. Jika setiap kepengurusan tidak mau tahu untuk membina adik-adiknya, maka tujuan dari organisasi itu tidak akan tercapai sampai kapanpun sehebat apapun pengurusnya.
Salah satu bentuk kepedulian alumni sebuah organisasi ialah membina, minimal itu. Saat ada kegiatan, alumni bisa memberikan masukan dan mengarahkan. Supaya kegiatannya bisa dilaksanakan secara maksimal. Biasanya acara-acaranya juga tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, sangat membantu sekali jika alumni ikut memberikan pengarahan sehingga kesalahan yang pernah terjadi tidak terulang lagi.
Di SMA ku dulu ada organisasi yang senantiasa melibatkan alumninya. Alumni nya senantiasa membantu mengarahkan dalam menjalankan roda kepengurusan. Alhasil, kegiatannya selalu terencana rapi, pelaksanaanya baik, dan seluruh anggota merasakan manfaat dari kegiatan itu. Subhanallah..Itulah pentingnya keterlibatan alumni dalam sebuah organisasi.
Desember 24, 2008
Amanah baru : IMS 2009
Selasa, 23 Desember 2008, saya dilantik menjadi ketua Ikatan Mahasiswa Sipil 2009. Pelantikan dilaksanakan di Kantin Teknik UI depok pukul 1 kurang. Dengan diketuknya palu, pertanda kepengurusan selanjutnya telah dimulai.
Terbayangkan sebuah amanah besar yang dibebankan di kedua pundak ini. Satu tahun kedepan (2009) harus bersungguh-sungguh untuk mengabdi di Departemen Teknik Sipil (DTS). Menjadi orang yang senantiasa bertanggungjawab terhadap permasalahan tentang kemahasiswaan di DTS. Menjadi orang yang senantiasa bijak dalam mengambil sebuah keputusan. Memfasilitasi kebutuhan warga DTS. Menjaring aspirasi dan partisipasi warga DTS. Membina mahasiswa baru dari yang apatis menjadi peduli. Melanjutkan perjuangan para pejuang IMS (Ikatan Mahasiswa Sipil) untuk mencapai tujuan luhur yang dicita-citakan. Dan masih banyak lagi.
Sungguh, saya menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah swt. Saya pasrahkan semuanya kepada-Nya. Yang bisa saya lakukan hanya berikhtiar(berusaha) dan berdoa supaya amanah ini bisa terlaksana dengan baik. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada saya untuk bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Dan semoga amanah ini tidak menambah berat timbangan dosa saya di akhirat kelak karena saya khawatir lalai dalam mengembannya. Untuk itu, saya mohon bantuan teman-teman supaya saya dapat menjalankan amanah dengan baik. Serta, mohon doanya supaya saya bisa kuat, bijak, sabar, ikhlas, berani serta mampu untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang akan saya hadapi nanti, amin!
Terbayangkan sebuah amanah besar yang dibebankan di kedua pundak ini. Satu tahun kedepan (2009) harus bersungguh-sungguh untuk mengabdi di Departemen Teknik Sipil (DTS). Menjadi orang yang senantiasa bertanggungjawab terhadap permasalahan tentang kemahasiswaan di DTS. Menjadi orang yang senantiasa bijak dalam mengambil sebuah keputusan. Memfasilitasi kebutuhan warga DTS. Menjaring aspirasi dan partisipasi warga DTS. Membina mahasiswa baru dari yang apatis menjadi peduli. Melanjutkan perjuangan para pejuang IMS (Ikatan Mahasiswa Sipil) untuk mencapai tujuan luhur yang dicita-citakan. Dan masih banyak lagi.
Sungguh, saya menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah swt. Saya pasrahkan semuanya kepada-Nya. Yang bisa saya lakukan hanya berikhtiar(berusaha) dan berdoa supaya amanah ini bisa terlaksana dengan baik. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada saya untuk bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Dan semoga amanah ini tidak menambah berat timbangan dosa saya di akhirat kelak karena saya khawatir lalai dalam mengembannya. Untuk itu, saya mohon bantuan teman-teman supaya saya dapat menjalankan amanah dengan baik. Serta, mohon doanya supaya saya bisa kuat, bijak, sabar, ikhlas, berani serta mampu untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang akan saya hadapi nanti, amin!
Hikmah : satu menit yang terlewatkan
Salam,
Minggu, 21 Desember 2008, menjadi hari yang berkesan untuk dikenang dan dijadikan pelajaran. Betapa tidak, hanya dalam kurang dari satu menit uang ratusan ribu rupiah bisa menghilang tanpa bekas. Berawal dari keterbatasan waktu, hari itu saya harus pulang dan pilihannya memang hanya satu yaitu naik pesawat. H-1 saya membeli tiket pesawat Palembang-Jakarta berangkat pukul 6 hari minggu pagi. Segala sesuatunya sudah dipersiapkan, namun Allah swt berkehendak lain, saya terlambat check-in.
Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk datang tepat waktu. Namun, ditengah perjalanan ada saja kendalanya, ban motor bocor, terlambat bangun,etc. Satu menit menjelang check-in ditutup saya tiba di bandara. Namun apa yang terjadi, beberapa langkah lagi sampai, tiba-tiba tempat check-in ditutup. Dalam hati saya, Astaghfirullah al adziim. Masya Allah, tinggal beberapa langkah saja, kok malah tutup. Dan cobaan belum selesai sampai di situ. Ternyata, tiketnya tidak bisa di cancel di lain waktu. Alasannya sangat sederhana, "tiket itu adalah tiket promo, jika ketinggalan maka tiket akan hangus". Sesak sekali dada saya waktu itu. Saya berfikir bahwa saya tidak bisa pulang hari itu karena saya memang tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket yang baru. Bingung sekali saat itu, ibarat ditimpa beban berton-ton. Terbesit kekecewaan dalam hati saya, "kenapa terlambat?"
Ditengah kebingungan, pertolongan Allah swt pun datang. Ada teman yang bersedia meminjamkan sementara uang beli tiket pulang. Akhirnya, pulanglah saya ke jakarka dengan pertolongan Allah.
Ingat saudaraku bahwa Allah itu kan selalu memberikan yang terbaik buat hamba-hambanya..
Minggu, 21 Desember 2008, menjadi hari yang berkesan untuk dikenang dan dijadikan pelajaran. Betapa tidak, hanya dalam kurang dari satu menit uang ratusan ribu rupiah bisa menghilang tanpa bekas. Berawal dari keterbatasan waktu, hari itu saya harus pulang dan pilihannya memang hanya satu yaitu naik pesawat. H-1 saya membeli tiket pesawat Palembang-Jakarta berangkat pukul 6 hari minggu pagi. Segala sesuatunya sudah dipersiapkan, namun Allah swt berkehendak lain, saya terlambat check-in.
Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk datang tepat waktu. Namun, ditengah perjalanan ada saja kendalanya, ban motor bocor, terlambat bangun,etc. Satu menit menjelang check-in ditutup saya tiba di bandara. Namun apa yang terjadi, beberapa langkah lagi sampai, tiba-tiba tempat check-in ditutup. Dalam hati saya, Astaghfirullah al adziim. Masya Allah, tinggal beberapa langkah saja, kok malah tutup. Dan cobaan belum selesai sampai di situ. Ternyata, tiketnya tidak bisa di cancel di lain waktu. Alasannya sangat sederhana, "tiket itu adalah tiket promo, jika ketinggalan maka tiket akan hangus". Sesak sekali dada saya waktu itu. Saya berfikir bahwa saya tidak bisa pulang hari itu karena saya memang tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket yang baru. Bingung sekali saat itu, ibarat ditimpa beban berton-ton. Terbesit kekecewaan dalam hati saya, "kenapa terlambat?"
Ditengah kebingungan, pertolongan Allah swt pun datang. Ada teman yang bersedia meminjamkan sementara uang beli tiket pulang. Akhirnya, pulanglah saya ke jakarka dengan pertolongan Allah.
Ingat saudaraku bahwa Allah itu kan selalu memberikan yang terbaik buat hamba-hambanya..
Langganan:
Postingan (Atom)