Desember 23, 2008

Relawan Tanggap Bencana (RTB) ETOS

Sabtu, 23 agustus 2008, kami, etoser jakarta berbincang dengan Pak Bambang seputar Relawan Tanggap Bencana (RTB) Etos. Beliau datang atas permintaan kami. Kami sengaja mengundang beliau untuk meminta penjelasan lebih detail mengenai RTB. Perbincangan yang berlangsung 90 menit tersebut, cukup memberikan gambaran kepada kami tentangRTB. Dan itu semakin membuat kami bersemangat untuk mengembangkan ide besar tersebut yakni Relawan Tanggap Bencana.

Menurut penuturan Pak Bambang, ide RTB ini muncul ketika beliau merasakan bahwa selama ini "lingkungan bermain" para etoser terkesan homogen, hanya terfokus pada kegiatan-kegiatan yang ada di kampus dan asrama. Lingkungan yang homogen bukan tempat yang selalu baik untuk mengembangkan potensi diri. kemampuan yang kita miliki tidak akan berkembang pesat jika kita hanya bermain di lingkungan yang homogen, Kampus-Asrama, karena kita hanya menjumpai hal-hal yang sama, orang yang sama, system yang sama, permasalahan yang sama. memang tidak semua etoser seperti itu. akan tetapi, sebagian besar bermain di lingkungan yang homogen, ikut organisasi di jurusan, BEM Fakultas, BEM Universitas, Unit Kegiatan Mahasiswa internal kampus, kepengurusan di asrama. hanya sebagian kecil Etoser yang bermain di lingkungan heterogen, ikut organisasi di luar kampus. hal itulah yang membuat khawatir. maka dari itu, koordinator etos pusat mencoba untuk mencari solusi dari permasalahan ini. mereka mencoba untuk mencarikan lingkungan bermain yang baru. namun, tema nya juga harus sesuai dengan brand mahasiswa. setelah lama berdiskusi akhirnya didapatkan sebuah tema baru, yang memang kondisinya saat ini sedang digembor-gemborkan.hal ini juga sesuai dengan peran mahasiswa yang tercantum dalam tri darma perguruan tinggi, pengabdian masyarakat. tema nya bertajuk LINGKUNGAN. dengan mengusung tema lingkungan didapatlah bentuk konkrit realisasinya yaitu RTB.

selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa sebenarnya RTB itu sudah ada di Etos. bermula dari adanya bencana alam, dengan sigap para etoser terjun kelapangan sebagai seorang relawan untuk membantu para relawan lain dalam mengevakuasi korban. Di padang, ketika terjadi bencana tanah longsor, para etosernya turun kelapangan untuk merevitalisasi dampak psikologis pasca bencana. di jogja, para etosernya membantu mengevakuasi korban dan distribusi logistik saat terjadi gempa bumi yang meluluh lantahkan wilayah selatan jogjakarta. di makasar, distribusi logistik dilakukan para etoser ketika bencana banjir terjadi. dan di tempat-tempat lainnya. pada intinya, kegiatan kerelawanan di Etos itu sudah ada. namun yang menjadi permasalahan ialah belum adanya lembaga yang berfungsi untuk menampung seluruh aktivitas kerelawanan di Etos. untuk itu, maka muncullah ide untuk melembagakannya. dan hasilnya pada tanggal 27 juli 2008, RTB diresmikan sebagai salah satu wadah untuk menampung kegiatan kerelawanan di Etos.

Keuntungan yang kita miliki adalah kita memiliki jaringan nasional. hal itu memudahkan kita untuk melebarkan sayap, menjaring informasi sebanyak mungkin, menghimpun relawan sebanyak mungkin dari berbagai lapisan masyarakat, menghimpun kekuatan besar yang berpijak pada landasan-landasan keimanan dan lain sebagainya. terlebih lagi, jaringan nasional yang ada bisa lebih ter-maintenance karena kita berada dalam satu keluarga besar penerima beastudi etos. Lingkungan bermain kita akan lebih bervariasi. Permasalahan yang ada akan semakin kompleks, membuat kita semakin mengasah potensi diri yang kita miliki. orang-orang yang berbeda, sistem yang berbeda, permasalahan yang berbeda. itu semua memiliki keunikan-keunikan tersendiri. hal tersebut semakin mewarnai lingkungan bermain kita. Kita, mahasiswa, bermain tidak jauh-jauh dari 4 domain yaitu : akademis, agama, leadership, sosial. di kampus kita bermain dalam lingkungan akademis, keagamaan, leadership, sosial. dalam kaitannya dengan RTB, domain-domain tersebut akan semakin terasah dengan keikutsertaannya dalam RTB. terlebih lagi domain sosialnya.

Pak Bambang juga menjelaskan bahwa RTB tidak diberikan dalam bentuk baku. maksudnya kita boleh berkreativitas untuk mengembangkan RTB ini karena memang RTB ini masih dalam taraf penggodokan. hal ini mengasah pemikiran kritis dan kreativitas kita. beliau menyampaikan bahwa bulan desember nanti akan ada temu koordinator wilayah. salah satu agendanya ialah membahas RTB. untuk itu, kejelasan format RTB belum ada. beliau berpesan, "silahkan jalankan terlebih dahulu" kata Pak Bambang. pada intinya RTB disetiap daerah bisa mengekspresikan kegiatan-kegiatan RTB di daerahnya. namun, yang perlu diperhatikan bahwa sebelum kita memulai seluruh kegiatan RTB terlebih dulu kita harus mempersiapkan diri. minimal kitamemiliki kepengurusan RTB daerah, mulai dari ketua hingga staff. perlu diketahui bahwa RTB ini milik seluruh etoser, jadi setiap etoser baik 2008, 2007, 2006,dst berhak untuk ikut tetapi tidak wajib. kewajiban etoser salah satunya adalah IPK harus diatas 2,75. tidak ada paksaan untuk ikut RTB, alih-alih bersemangat malah setengah hati. yang ingin ikut, silahkan ikut, yang ngga mau ikut juga tidak akan dipermasalahkan, namanya juga RELAWAN. Intinya etos tidak mewajibkan untuk ikut dalam RTB. setelah terbentuk kepengurusan mulailah untuk mendiskusikan akan seperti apa RTB kedepannya, tujuan-tujuannya, harapan-harapannya, program-program apa saja yang akandilaksanakan, dan lain sebagainya. point penting yang perlu diingat, program yang direncanakan tidak perlu terlalu besar, sesuai dengan kemampuan kita saja, daripada nantinya malah membebani kita. pengingatan terhadap bahaya merokok dengan membuat flyer berukuran A4 dibagi 8 saja bisa dijadikan program RTB. pada dasarnya memang mudah hanya bagaimana kita menjalankannya. Pelaksanaan kegiatan RTB tidak dibatasi oleh waktu. kita bisa melakukannya sebulan sekali, enam bulan sekali, atau lima kali dalam sebulan. tergantung kemampuan kita.

Ya, mungkin itu yang bisa saya sampaikan, untuk format semi-baku mengenai RTB, kita tunggu saja keputusannya dalam temu koordinator wilayah bulan desember nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar